clock December 24,2023
Faktor Ekonomi dan Minimnya Pengawasan Jadi Pemicu Maraknya Pencurian Besi di Jakarta Utara

Faktor Ekonomi dan Minimnya Pengawasan Jadi Pemicu Maraknya Pencurian Besi di Jakarta Utara

Aksi pencurian material besi fasilitas umum di wilayah Jakarta Utara kembali menjadi sorotan setelah insiden serupa terus terjadi berulang kali. Fenomena ini dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan dampak dari persoalan sosial ekonomi yang mendalam serta celah dalam sistem penjagaan infrastruktur kota. Tingginya angka kemiskinan di beberapa titik wilayah Jakarta Utara ditengarai menjadi dorongan utama bagi warga untuk melakukan pencurian tersebut. Desakan kebutuhan hidup sehari-hari membuat material besi, yang memiliki nilai jual cepat di pasar barang bekas, menjadi sasaran empuk. Para pelaku sering kali menyasar pagar pembatas jalan, penutup drainase, hingga komponen jembatan yang tidak terpantau secara ketat. Selain faktor perut, lemahnya pengawasan dari pihak terkait juga memberikan ruang bagi para pencuri untuk beraksi. Patroli yang tidak rutin dan minimnya pencahayaan di lokasi-lokasi rawan membuat pelaku merasa aman saat menjalankan aksinya, bahkan di area yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola fasilitas publik. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan penadah barang rongsokan yang bersedia menerima besi hasil curian tanpa banyak bertanya. Dampak dari pencurian ini sangat merugikan masyarakat luas karena dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan dan merusak fungsi drainase yang vital untuk mencegah banjir. Pemerintah daerah kini didorong untuk tidak hanya memberikan sanksi hukum yang tegas, tetapi juga mencari solusi dari akar masalahnya. Langkah mitigasi yang disarankan meliputi peningkatan intensitas pengawasan di titik-titik rawan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Dengan mempersempit ruang gerak pelaku melalui teknologi pengawasan seperti CCTV dan memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan, diharapkan tren pencurian fasilitas negara ini dapat segera ditekan.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories