clock December 24,2023
Penemuan Food Tray Palsu di Jakarta Utara: Bentuk Kejahatan yang Mengkhawatirkan

Penemuan Food Tray Palsu di Jakarta Utara: Bentuk Kejahatan yang Mengkhawatirkan

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa penemuan food tray atau ompreng yang diduga berasal dari China namun berlabel palsu di Jakarta Utara merupakan bentuk kejahatan serius. Dalam pernyataannya di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025), Dadan menegaskan bahwa BGN tidak pernah memberikan izin kepada siapapun untuk menggunakan logo mereka dalam perdagangan. "BGN tidak pernah meminta seseorang atau perusahaan untuk mengecap tray itu, bahkan tidak ada penggunaan logo dalam berdagang. Nah itu adalah kriminal murni," tegas Dadan.


Food tray yang ditemukan tersebut memuat logo "made in Indonesia", Standar Nasional Indonesia (SNI), dan mencatut logo BGN tanpa izin. Menurut Dadan, tindakan kriminal ini bukanlah kewenangan BGN untuk menindak secara langsung. "Ya itu kan bukan ranahnya BGN. Kan itu pengusaha yang berusaha ingin menjual produknya agar percaya bahwa itu produk BGN," jelas Dadan. Ia menambahkan bahwa BGN tidak pernah meminta siapapun untuk mengecap food tray dengan logo mereka.


Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Utara melakukan inspeksi mendadak ke sebuah ruko di wilayah Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi yang diterima, ruko tersebut diduga digunakan untuk memalsukan label dan logo pada perlengkapan makan program MBG. Di lokasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang impor yang diberi label "made in Indonesia" palsu, label SNI palsu, serta logo BGN tanpa izin.


Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Onkoseno, menyatakan bahwa saat ini polisi tengah mendalami aduan yang diterima dari masyarakat mengenai kasus ini. Berdasarkan informasi yang ada, barang-barang tersebut berupa alat dapur dan food tray atau ompreng yang digunakan dalam program MBG. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengungkap lebih jauh jaringan di balik pemalsuan label dan logo tersebut.


Penemuan food tray palsu ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak negatif terhadap kepercayaan konsumen dan integritas produk lokal. Tindakan tegas dari pihak berwenang diperlukan untuk memastikan bahwa pelaku kejahatan ini dapat diadili dan mencegah kejadian serupa di masa depan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memeriksa keaslian produk juga menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah ini.


Kasus penemuan food tray palsu di Jakarta Utara menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap produk impor dan penggunaan label serta logo yang sah. Dengan kerjasama antara pihak berwenang dan masyarakat, diharapkan dapat tercipta lingkungan perdagangan yang lebih aman dan terpercaya. Upaya berkelanjutan dalam penegakan hukum dan edukasi konsumen menjadi kunci dalam mencegah kejahatan serupa di masa mendatang.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories