Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan langkah inspiratif dari sejumlah konglomerat yang mengubah showroom mobil mereka menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, banyak lapangan futsal yang juga dialihkan fungsinya menjadi dapur MBG. Pernyataan ini disampaikan Dadan dalam acara Bimteknas PKS di Hotel Sultan, Jakarta, pada Senin (3/11/2025).
Dadan menjelaskan bahwa program ini telah membantu banyak restoran dan kafe yang hampir bangkrut untuk bangkit kembali. "Saya kira di lapangan sekarang banyak restoran yang hampir bangkrut, bangkit kembali. Banyak kafe yang hampir bangkrut, bangkit kembali. Para katering senang, banyak lapangan futsal diubah jadi SPPG. Bahkan ada showroom mobil di Semarang itu milik salah satu konglomerat sekarang jadi SPPG. Jadi semua terlibat dalam program Makan Bergizi," ujar Dadan.
Dalam program MBG, kebutuhan ayam menjadi salah satu fokus utama. Dadan memaparkan bahwa untuk memasak ayam bagi 3.000 orang, diperlukan 350 ekor ayam. Jika permintaan ayam meningkat, maka peternak juga membutuhkan lebih banyak jagung, yang secara otomatis meningkatkan aspek ekonomi. "Untuk kebutuhan ayam, karena ayam itu sering. Satu kali masak, untuk 3.000 orang butuh 350 ayam. Kalau dua kali, butuh 700 ayam. Kalau satu bulan berarti butuh 2.800 ayam. Jadi satu SPPG itu harus ada 9 kandang ayam pedaging. Balik lagi, berapa jagung yang harus ada. Ini adalah aspek ekonomi yang berkembang dari program Makan Bergizi," jelasnya.
Dadan juga menceritakan kejutan yang disiapkan BGN untuk ulang tahun Presiden Prabowo Subianto pada 17 Oktober lalu. Seluruh dapur MBG menyediakan nasi goreng dan telur ceplok, makanan favorit Presiden. "Ketika 17 Oktober kemarin, kita membuat satu kejutan untuk Pak Presiden, untuk ulang tahunnya. Karena beliau itu sangat senang dengan makan nasi goreng dan telur ceplok. Maka 17 Oktober kemarin menunya hanya satu, nasi goreng telur ceplok," kata Dadan.
Inisiatif BGN ini menyebabkan lonjakan permintaan telur yang signifikan. Dadan menyebutkan bahwa Blitar menerima pesanan 10 ton telur dari Depok. "Tahu enggak berapa telur yang diserap hari itu? Karena telur langsung naik dari Rp 27.000 ke Rp 30.000. Sehari itu kemarin, baru 35 juta penerima manfaat, itu sudah 2.100 ton terserap dalam satu hari," kata Dadan. "Wali Kota Blitar itu melaporkan ada dari Depok yang membeli langsung dari Blitar 10 ton untuk hari itu. Tahun depan ketika 82,9 juta sudah menerima manfaat, maka ketika tanggal 17 kita buat lagi menu nasi goreng dan telur ceplok, maka satu hari butuh 83 juta telur, itu 5.000 ton. Satu hari itu," imbuhnya.
Transformasi showroom dan lapangan futsal menjadi dapur MBG menunjukkan komitmen berbagai pihak dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis. Dengan dampak ekonomi yang positif dan partisipasi aktif dari masyarakat, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur