clock December 24,2023
Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza: Persiapan dan Tantangan

Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza: Persiapan dan Tantangan

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI sedang mematangkan rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Keterlibatan Indonesia dalam misi ini menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui rancangan Presiden AS Donald Trump mengenai mekanisme keamanan dan pemerintahan di Gaza dengan pengerahan pasukan internasional.


Saat ini, proses seleksi prajurit dari tiga matra TNI, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, masih berlangsung. Selain itu, penentuan calon pemimpin misi kemanusiaan juga sedang dilakukan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan bahwa pasukan perdamaian Gaza akan dipimpin oleh perwira tinggi TNI berpangkat bintang tiga. "Rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang tiga," ujar Agus usai rapat tertutup dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Komisi II DPR RI.


Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menyatakan bahwa beberapa nama jenderal bintang tiga telah disiapkan untuk memimpin pasukan perdamaian. Meski belum diungkap siapa yang akan ditunjuk, sosok yang dipilih harus memiliki pengalaman dalam operasi multilateralisme dan operasi gabungan. Freddy menjelaskan bahwa skala operasi yang besar dan melibatkan tiga brigade komposit menjadi alasan utama penunjukan jenderal bintang tiga. Brigade ini terdiri dari Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, dan Batalyon Bantuan.


Misi ke Gaza memiliki kompleksitas tugas yang mencakup aspek kemanusiaan, rekonstruksi, kesehatan, dan perlindungan warga. Oleh karena itu, koordinasi internasional sangat dibutuhkan untuk menunjang keberhasilan misi perdamaian di Gaza. Pos komando pasukan perdamaian diperuntukkan bagi jenderal bintang tiga karena misi ini termasuk Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang berkaitan erat dengan misi kemanusiaan.


Selain tiga brigade komposit, pasukan perdamaian ke Gaza juga akan dilengkapi dengan sejumlah alat utama sistem persenjataan, seperti helikopter, pesawat C-130 Hercules, dan dua Kapal Republik Indonesia (KRI) jenis Rumah Sakit. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Tunggul menyatakan bahwa matra laut siap mengirim KRI Rumah Sakit untuk pasukan perdamaian di Gaza. TNI Angkatan Laut memiliki tiga KRI jenis Rumah Sakit yang siap untuk dikirimkan dan melaksanakan operasi kemanusiaan.


Jumlah prajurit yang akan dikirim ke Gaza juga terus dimatangkan. TNI Angkatan Darat menyiapkan 12.000 prajurit untuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian di Gaza. Kepala Dinas Penerangan TNI AD Kolonel Donny Pramono menyebutkan bahwa TNI AD mendapat porsi terbanyak di antara tiga matra TNI dari total 20.000 prajurit yang diproyeksikan akan dikirim ke Gaza. Berdasarkan informasi yang diterima, Angkatan Laut dan Angkatan Udara masing-masing berkontribusi sebesar 25 persen dan 15 persen.


Pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza merupakan langkah strategis Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan misi ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas di Gaza. Keberhasilan misi ini juga akan menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories