Tata Maulana, seorang pihak swasta yang dikenal sebagai orang kepercayaan Gubernur Riau Abdul Wahid, tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta pada Selasa (4/11/2025). Kedatangannya merupakan bagian dari rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Gubernur Riau. Berdasarkan pantauan Kompas.com, Tata tiba di lokasi sekitar pukul 18.55 WIB, dikawal oleh dua petugas keamanan. Ia tampak membawa ransel hitam dan menunduk saat sejumlah pertanyaan diajukan oleh awak media.
Tata Maulana adalah bagian dari kloter terakhir yang dibawa dari Riau ke Gedung KPK. Sebelumnya, KPK telah membawa delapan orang lainnya, termasuk Abdul Wahid, ke Jakarta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa total ada sembilan orang yang telah tiba di Gedung Merah Putih. Selain itu, penyidik KPK juga tengah memeriksa satu orang lainnya dengan inisial DMN, yang berperan sebagai Tenaga Ahli Gubernur. "Sehingga total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah 10 orang," ujar Budi.
Gubernur Riau Abdul Wahid tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pagi hari, sekitar pukul 09.35 WIB, bersama dua orang lainnya. Abdul Wahid terlihat mengenakan kaus putih dan membawa tas jinjing, serta menutupi wajahnya dengan masker putih. Budi Prasetyo menjelaskan bahwa ada sembilan orang yang dibawa ke Jakarta pada hari itu, dibagi menjadi dua kloter, yaitu pagi dan siang. "Yang dibawa pada hari ini ada 9 orang, nanti ada 2 kloter, pagi dan siang. Jadi selain pihak-pihak yang diamankan, ada juga sejumlah uang sebagai barang bukti yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan ini," jelas Budi.
Operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025) malam berhasil mengamankan sepuluh orang. "Benar, ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini, atau sampai dengan saat ini, ada sekitar sejumlah 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan," ungkap Budi Prasetyo. Operasi ini menyoroti komitmen KPK dalam memberantas korupsi di tingkat pemerintahan daerah.
Operasi tangkap tangan yang melibatkan Gubernur Riau Abdul Wahid dan pihak swasta seperti Tata Maulana menunjukkan langkah tegas KPK dalam menindak praktik korupsi. Dengan penangkapan ini, diharapkan dapat memberikan efek jera dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas di pemerintahan daerah. Proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut akan menentukan langkah hukum selanjutnya bagi para pihak yang terlibat.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur