clock December 24,2023
Strategi Penguatan Keamanan Maritim: Peran Dua Koarmada Baru di Kalimantan Timur dan Ambon

Strategi Penguatan Keamanan Maritim: Peran Dua Koarmada Baru di Kalimantan Timur dan Ambon

Dalam upaya memperkuat keamanan maritim nasional, TNI Angkatan Laut telah merencanakan pembentukan dua Komando Armada (Koarmada) baru di Kalimantan Timur dan Ambon. Riene Prihandoko, dari Laboratorium Indonesia 2025 (LAB 45), menilai bahwa kehadiran dua Koarmada ini memerlukan dukungan berbagai jenis Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk mengoptimalkan pengamanan wilayah strategis tersebut.


Kalimantan Timur memiliki posisi strategis yang berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi dan Selat Makassar, serta berbatasan dengan Filipina dan Malaysia. Selain itu, kedekatannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) menambah pentingnya pengamanan di wilayah ini. "Ancaman di wilayah ini mungkin lebih condong pada perompakan, terorisme, dan potensi konflik," ujar Riene saat dihubungi Kompas.com, Kamis (6/11/2025).


Untuk mendukung pengamanan di Kalimantan Timur, TNI AL memerlukan kapal yang mampu menjaga perbatasan dan melindungi area strategis. "Selain kapal cepat rudal, korvet ringan juga diperlukan untuk perairan terbuka. Kapal bantu logistik atau tanker mungkin dibutuhkan untuk mobilitas ke IKN," jelas Riene. Kapal amfibi seperti LPD/LSD juga disarankan untuk dukungan kebencanaan atau evakuasi logistik.


Kapal patroli cepat sangat penting untuk mengawasi wilayah pesisir, terutama di Selat Makassar dan Balikpapan. "Jika memungkinkan, kapal intelijen atau kapal survei bawah laut juga bisa digunakan untuk mendeteksi aktivitas maritim di kawasan tersebut," tambahnya. Meski demikian, Riene menilai kapal selam tidak terlalu dibutuhkan di Kalimantan Timur karena perairannya relatif dangkal, kecuali untuk operasi yang menjangkau ke utara mendekati Filipina.


Berbeda dengan Kalimantan Timur, wilayah Ambon memiliki perairan terbuka ke arah selatan dan langsung menghadap Australia. Jenis kapal yang sesuai di kawasan ini antara lain fregat atau korvet berukuran sedang, kapal cepat rudal, kapal amfibi, kapal bantu logistik, hingga kapal survei hidrografi. "Karena perairan di Maluku relatif dalam, kapal selam juga bisa dioperasikan di sana untuk memperkuat jangkauan operasi hingga ke Laut Banda dan membantu Koarmada di Sorong," tutur Riene.


Secara umum, Riene menyimpulkan bahwa Koarmada di Kalimantan Timur akan berperan lebih defensif dengan fokus pada perlindungan IKN, pengamanan choke point, dan pengawasan perbatasan utara. Sementara itu, Koarmada di Ambon bisa bersifat lebih ofensif karena berada di kawasan laut dalam yang strategis menuju Pasifik dan Australia.


Diberitakan sebelumnya, TNI menargetkan pengembangan kekuatan mulai dari ratusan batalion Angkatan Darat (AD), armada Angkatan Laut (AL), hingga puluhan satuan radar (Satrad) Angkatan Udara (AU). Pembangunan kekuatan TNI ini merupakan bagian dari implementasi Optimum Essential Force (OEF) yang menjadi amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, untuk mewujudkan postur pertahanan nasional yang adaptif dan modern.


Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), pada Rabu (29/10/2025). "Melalui Rakor ini, Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025-2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN," ujar Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).


TNI AD memfokuskan penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan seperti Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, serta menargetkan pembentukan 750 Batalyon Tempur (BTP) hingga 2029. Sementara itu, TNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodaeral), serta meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru yang berbasis teknologi informasi hingga 2029. Sedangkan TNI AU menargetkan pembentukan 33 Satrad hingga 2029 serta pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.


Pembentukan dua Koarmada baru di Kalimantan Timur dan Ambon merupakan langkah strategis dalam memperkuat keamanan maritim Indonesia. Dengan dukungan berbagai jenis KRI dan strategi pengamanan yang tepat, TNI AL diharapkan dapat menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia, serta mendukung kebijakan pertahanan nasional yang adaptif dan modern.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories