clock December 24,2023
HIMBAUAN MENTERI AGAMA TERKAIT POTENSI PERBEDAAN AWAL RAMADAN

HIMBAUAN MENTERI AGAMA TERKAIT POTENSI PERBEDAAN AWAL RAMADAN

Menteri Agama memberikan pesan khusus kepada seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi potensi perbedaan penetapan awal bulan suci Ramadan dengan bijaksana. Ia menekankan bahwa perbedaan metode dalam menentukan jatuhnya 1 Ramadan, baik melalui metode rukyatul hilal maupun hisab, seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang negatif atau pemecah belah umat, melainkan sebagai khazanah keberagaman dalam beragama. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap toleransi dan saling menghormati di tengah perbedaan keyakinan mengenai waktu dimulainya ibadah puasa. Fokus utama yang harus dijaga adalah kesucian bulan Ramadan itu sendiri serta penguatan ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama umat Muslim, sehingga suasana kondusif tetap terjaga di seluruh pelosok tanah air. Kementerian Agama juga akan terus memfasilitasi dialog dan koordinasi melalui sidang isbat guna memberikan kepastian bagi masyarakat secara luas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa meskipun terdapat keberagaman pandangan, proses pengambilan keputusan tetap berjalan secara transparan dan berlandaskan pada ketentuan syariat serta pertimbangan ilmiah yang matang. Melalui himbauan ini, diharapkan umat Islam dapat memulai ibadah Ramadan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan tanpa perlu terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif mengenai perbedaan tanggal. Semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah dan berbagi kebaikan menjadi esensi yang jauh lebih penting untuk dikedepankan demi kemaslahatan bersama selama bulan suci berlangsung.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories