Pakar hukum tata negara, Refly Harun, bersama tiga tokoh lainnya yang dikenal dengan sebutan RRT, yaitu Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Tifauziah Tyassuma (Dr. Tifa), memutuskan untuk walk out dari audiensi dengan Komisi Reformasi Polri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, pada Rabu (19/11/2025). Keputusan ini diambil setelah panitia melarang RRT untuk berpartisipasi dalam diskusi karena status mereka sebagai tersangka.
Refly Harun menjelaskan bahwa pertemuan tersebut awalnya diinisiasi oleh dirinya bersama sejumlah pegiat masyarakat sipil. Pada 13 November, sehari sebelum RRT menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, mereka berkumpul untuk mendiskusikan cara menyampaikan perhatian terhadap kasus yang mereka anggap sarat dengan kriminalisasi. Salah satu opsi yang diputuskan adalah meminta perhatian dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Refly mengungkapkan bahwa ia berinisiatif untuk menghubungi Ketua Komisi, Jimly Asshiddiqie, baik melalui pesan singkat maupun telepon. "Pak Jimly menyambut baik untuk tim ini diundang," ujar Refly saat ditemui di PTIK. Ia kemudian mengirimkan surat permohonan audiensi melalui staf komisi tersebut. Nama-nama peserta diajukan, meskipun pada awalnya RRT belum disertakan karena masih mempersiapkan pemeriksaan. Namun, setelah tanggal pertemuan ditetapkan, Refly meminta agar RRT ikut hadir.
Menurut Refly, situasi berubah sehari sebelum acara ketika Jimly Asshiddiqie mengirim pesan bahwa RRT tidak diperbolehkan masuk forum karena berstatus tersangka. "Saya sengaja tidak kasih tahu mereka (RRT) karena saya menganggap, ini apa-apaan. Ini kan lembaga aspirasi. Masa belum apa-apa sudah menghukum orang? Status tersangka itu, itu kan belum bersalah," ungkap Refly.
Sesampainya di lokasi, RRT diberi dua pilihan, yakni keluar dari forum atau tetap duduk di belakang tanpa bicara. Mayoritas dari mereka memilih untuk keluar. Refly menegaskan bahwa sejak awal kelompoknya berkomitmen untuk bersikap solidaritas. "Mayoritas ya, memilih keluar. Karena mereka memilih keluar, kita sebelum masuk sudah solidaritas. Kalau RRT keluar, kita juga keluar," jelasnya.
Beberapa tokoh yang ikut walk out antara lain Said Didu, Rizal Fadila, Aziz Yanuar, dan sejumlah aktivis lainnya. Dalam kesempatan yang sama, Roy Suryo menegaskan bahwa kehadirannya bersama Rismon dan Tifa adalah atas undangan Refly secara pribadi. "Jadi Mas Refly Harun menyatakan sendiri bahwa beliau bukan juru bicara hari ini. Bukan juga sebagai tim lawyer. Tapi adalah sahabat. Sahabat selaku civil society yang berniat membantu kami," ujar Roy.
Roy membenarkan adanya opsi untuk tetap berada di ruangan tanpa bicara, tetapi mereka memilih walk out setelah berdiskusi internal. "Tadi kami diberikan pilihan oleh Prof. Jimly untuk tetap duduk di dalam, tapi kemudian tidak boleh bicara atau keluar. Nah, karena pilihan itu, maka kami sepakat," tutur Roy.
Dengan keputusan walk out ini, Refly Harun dan rekan-rekannya menunjukkan sikap tegas terhadap perlakuan yang mereka anggap tidak adil, serta menegaskan komitmen mereka terhadap solidaritas dan keadilan.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur