Pada tanggal 15 Desember 2025, sebuah artikel di Kompas menyoroti fenomena FOMO (Fear of Missing Out) yang semakin marak di kalangan Generasi Z akibat overload iklan di media sosial. Generasi ini, yang dikenal sangat terhubung dengan dunia digital, kini menghadapi tekanan baru yang memengaruhi kebiasaan mereka, termasuk dalam hal berolahraga.
Media sosial telah menjadi platform utama bagi banyak merek untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Namun, iklan yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama bagi Generasi Z. Mereka sering kali merasa tertekan untuk mengikuti tren terbaru yang dipromosikan melalui iklan, termasuk dalam hal gaya hidup sehat dan olahraga.
FOMO yang dipicu oleh iklan di media sosial dapat memengaruhi kebiasaan berolahraga Generasi Z. Mereka merasa harus selalu mengikuti tren olahraga terbaru agar tidak ketinggalan. Hal ini dapat menyebabkan stres dan kecemasan, terutama jika mereka merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi yang ditampilkan dalam iklan.
Untuk mengatasi FOMO yang disebabkan oleh iklan di media sosial, Generasi Z perlu mengembangkan strategi yang efektif. Salah satunya adalah dengan membatasi paparan terhadap iklan dan fokus pada aktivitas yang benar-benar mereka nikmati. Penting juga untuk menyadari bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan minat yang berbeda dalam berolahraga.
Kesadaran diri dan keseimbangan menjadi kunci dalam menghadapi tekanan sosial dari media sosial. Generasi Z perlu memahami bahwa tidak semua tren harus diikuti dan bahwa kesehatan mental dan fisik lebih penting daripada sekadar mengikuti tren. Dengan demikian, mereka dapat menikmati olahraga tanpa merasa tertekan oleh ekspektasi sosial.
Generasi Z menghadapi tantangan unik di era digital, di mana overload iklan di media sosial dapat memicu FOMO. Dengan mengembangkan kesadaran diri dan strategi untuk mengelola tekanan, mereka dapat menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan nyata. Diharapkan, dengan pendekatan yang tepat, Generasi Z dapat menikmati olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat tanpa terpengaruh oleh tekanan sosial yang berlebihan.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur