Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghadapi tantangan serius terkait pemeliharaan kapal dan helikopter mereka. Efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak langsung pada kemampuan Basarnas untuk menjaga armada mereka dalam kondisi optimal. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran telah mempengaruhi operasional dan kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki.
Henri menjelaskan bahwa banyak kapal dan helikopter Basarnas yang tidak terpelihara dengan baik akibat keterbatasan dana. "Kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat peran vital kapal dan helikopter dalam operasi pencarian dan pertolongan," ujarnya. Beberapa unit bahkan harus diistirahatkan karena tidak layak operasi, yang tentunya menghambat respons cepat dalam situasi darurat.
Pemeliharaan yang optimal sangat penting untuk memastikan bahwa kapal dan helikopter Basarnas siap digunakan kapan saja. "Dalam operasi SAR, waktu adalah faktor krusial. Tanpa peralatan yang siap pakai, kami tidak dapat memberikan respons yang cepat dan efektif," tegas Henri. Ia menambahkan bahwa pemeliharaan yang baik juga berkontribusi pada keselamatan tim SAR yang bertugas di lapangan.
Henri mengakui bahwa pengelolaan anggaran yang ketat menjadi tantangan besar bagi Basarnas. "Kami harus bijak dalam mengalokasikan dana yang terbatas, namun tetap berusaha menjaga kesiapan operasional," katanya. Basarnas berupaya mencari solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan ini, termasuk menjalin kerjasama dengan pihak swasta dan lembaga internasional.
Untuk mengatasi masalah ini, Basarnas mengusulkan peningkatan anggaran pemeliharaan kepada pemerintah. "Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pentingnya alokasi dana yang memadai untuk pemeliharaan alutsista," ujar Henri. Ia menekankan bahwa investasi dalam pemeliharaan akan memberikan dampak positif jangka panjang bagi efektivitas operasi SAR di Indonesia.
Henri juga mengajak berbagai pihak untuk mendukung upaya Basarnas dalam meningkatkan kesiapan operasional. "Kerjasama dengan sektor swasta dan lembaga internasional dapat membantu kami dalam mengatasi keterbatasan anggaran," tambahnya. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas Basarnas dalam menjalankan tugasnya melindungi masyarakat.
Dengan adanya peningkatan anggaran dan dukungan dari berbagai pihak, Basarnas berharap dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional mereka. "Kami ingin memastikan bahwa setiap operasi SAR dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, serta melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat," ujar Henri. Ia optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, Basarnas dapat terus berkembang dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh warga negara.
Kondisi kapal dan helikopter Basarnas yang tidak terpelihara optimal akibat efisiensi anggaran menjadi tantangan serius bagi operasional SAR di Indonesia. Dengan usulan peningkatan anggaran dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Basarnas dapat meningkatkan kesiapan operasional dan memberikan respons yang lebih cepat dan efektif dalam situasi darurat. Peningkatan kapasitas Basarnas diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tanggap terhadap situasi darurat.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur