clock December 24,2023
Peningkatan Pengamanan TNI di Papua: Strategi Smart Approach untuk Menjaga Kedaulatan NKRI

Peningkatan Pengamanan TNI di Papua: Strategi Smart Approach untuk Menjaga Kedaulatan NKRI

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa peningkatan pengamanan oleh TNI di wilayah Papua bertujuan untuk merebut hati rakyat yang belum sepenuhnya memahami konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam pernyataannya usai rapat tertutup dengan Komisi I di Gedung DPR RI pada Senin (24/11/2025), Sjafrie menjelaskan bahwa TNI akan menempatkan pasukan di Papua dengan menerapkan metode yang disebut smart approach. Metode ini menggabungkan pendekatan soft approach melalui pendekatan teritorial dan hard approach berupa operasi taktis.


Sjafrie menekankan pentingnya merebut hati rakyat Papua agar mereka yang belum memiliki kesamaan pemikiran dengan NKRI dapat diajak untuk bersama-sama. "Kita ingin merebut hati rakyat agar supaya mereka-mereka yang masih belum mempunyai satu kesamaan pemikiran terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita ajak untuk bersama-sama," ujarnya.


Meski fokus pada pendekatan yang lebih lunak, Sjafrie memastikan bahwa kesiapsiagaan pertahanan terhadap ancaman taktis tetap menjadi prioritas utama TNI. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah pihak-pihak tertentu menginjak-injak kedaulatan Indonesia dan mengganggu kehidupan sosial masyarakat di Papua. "Namun demikian, dalam rangka kita menjaga kedaulatan, kita tidak ingin kedaulatan kita diinjak-injak oleh orang. Sehingga kita tetap harus bersiap siaga dan meneruskan kewaspadaan terhadap kemungkinan-kemungkinan ancaman taktis yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran kehidupan sosial masyarakat serta juga kegiatan pembangunan yang ada di Papua," ungkap Sjafrie.


Selain Papua, Sjafrie juga memaparkan bahwa penguatan pengamanan akan dilakukan di wilayah Aceh dan Jakarta. Ketiga wilayah ini telah dikategorikan sebagai center of gravity nasional yang harus dijamin keamanannya untuk menunjang kegiatan sosial, ekonomi, dan pembangunan. "Papua serta Aceh dan Jakarta telah dikategorikan sebagai center of gravity nasional. Kita sudah menetapkan tiga center of gravity yang harus kita jamin faktor keamanannya dalam rangka menunjang kegiatan, baik itu kegiatan sosial maupun kegiatan ekonomi serta pembangunan," kata Sjafrie.


Untuk Jakarta, penguatan pengamanan oleh TNI akan dilakukan dari berbagai sudut, mulai dari darat, laut, hingga udara. "Jakarta sendiri kita amankan dari 360 derajat. Baik dari pengamanan pantai, maupun pengamanan udara, serta pengamanan di darat kita lakukan," ujar Sjafrie. Kondisi serupa juga akan diterapkan di Aceh sebagai wilayah paling barat Indonesia. "Kemudian center of gravity yang kedua adalah Aceh, sebab ini adalah bagian barat dari wilayah kita," sambung dia.


Dengan strategi smart approach dan peningkatan pengamanan di wilayah-wilayah strategis, pemerintah berharap dapat menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, serta mendukung pelaksanaan tugas pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan provinsi.

Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?

Follow US

Top Categories