Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya kerja sama dari pihak-pihak yang dipanggil untuk memberikan keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Whoosh. KPK menekankan bahwa keterangan dari berbagai pihak sangat diperlukan agar proses hukum dapat berjalan dengan lancar dan progresif. "Kami tentunya juga mengimbau kepada siapa saja pihak-pihak yang diundang dan dimintai keterangan terkait dengan perkara KCIC ini, agar kooperatif dan menyampaikan informasi, data, dan keterangan yang dibutuhkan," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya pada Senin (3/11/2025).
Budi Prasetyo menyatakan bahwa hingga saat ini, pihak-pihak yang dipanggil telah menunjukkan sikap kooperatif dan membantu jalannya penyelidikan. Tim penyelidik KPK terus berupaya menelusuri pihak-pihak lain untuk mengumpulkan keterangan yang diperlukan. "Dan tentunya ini masih akan terus bergulir ya, karena tim masih akan terus menelusuri pihak-pihak lain untuk mengumpulkan keterangan-keterangan yang dibutuhkan dalam tahap penyelidikan," tambahnya.
Sebelumnya, KPK telah memulai penyelidikan terhadap dugaan penggelembungan anggaran atau mark-up dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. "Saat ini sudah pada tahap penyelidikan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, saat dihubungi wartawan pada Senin (27/10/2025). Asep menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan secara tertutup, sehingga belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan penyelidikan dimulai.
Awal mula dugaan penggelembungan anggaran ini diungkapkan oleh Mahfud MD melalui kanal YouTube pribadinya. Mahfud menyebutkan bahwa biaya per kilometer kereta Whoosh di Indonesia mencapai 52 juta dollar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan di China yang hanya sekitar 17-18 juta dollar AS. "Naik tiga kali lipat, ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana?" tanya Mahfud dalam video yang diunggah pada 14 Oktober lalu. Ia menekankan pentingnya penyelidikan untuk mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kenaikan biaya tersebut.
Penyelidikan yang dilakukan oleh KPK terhadap dugaan korupsi dalam proyek Kereta Cepat Indonesia-China merupakan langkah penting dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proyek infrastruktur besar di Indonesia. Kerja sama dari pihak-pihak yang dipanggil untuk memberikan keterangan sangat diperlukan agar proses hukum dapat berjalan dengan efektif. Dengan adanya pengungkapan awal dari Mahfud MD, diharapkan penyelidikan ini dapat mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan memastikan bahwa anggaran negara digunakan dengan sebaik-baiknya.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur