Ancaman Impor Masif Mobil Niaga: Said Abdullah Peringatkan Potensi Kerugian Ekonomi Nasional
Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, memberikan sorotan tajam terkait rencana impor mobil niaga dalam jumlah besar yang mencapai 105.000 unit. Kebijakan ini dinilai berpotensi memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap stabilitas perekonomian dalam negeri, terutama bagi industri otomotif nasional yang sedang berupaya bangkit.
Kekhawatiran utama yang disampaikan adalah mengenai nasib industri manufaktur lokal dan penyerapan tenaga kerja. Masuknya kendaraan impor secara masif dikhawatirkan akan menekan pangsa pasar produsen dalam negeri, yang pada akhirnya dapat mengancam keberlangsungan operasional pabrik-pabrik otomotif di Indonesia. Jika industri lokal melemah, potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai.
Selain masalah industri, Said Abdullah juga menyinggung soal defisit neraca perdagangan. Impor dalam skala besar ini akan menguras devisa negara dan memperlebar jarak antara nilai ekspor dan impor. Padahal, pemerintah seharusnya lebih fokus pada penguatan substitusi impor dengan mendorong penggunaan produk-produk buatan anak bangsa untuk memenuhi kebutuhan armada niaga di berbagai sektor.
Oleh karena itu, pemerintah diminta untuk meninjau ulang urgensi dari kebijakan impor tersebut. Diperlukan pertimbangan yang matang agar keputusan yang diambil tidak hanya menguntungkan segelintir pihak dalam jangka pendek, tetapi tetap menjaga kedaulatan ekonomi dan memperkuat struktur industri nasional demi kesejahteraan masyarakat luas dalam jangka panjang.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur