Pemerintah Kota Jakarta Timur secara resmi menutup akses masuk ke Hutan Kota Cawang, Kecamatan Makasar, menyusul laporan mengenai aktivitas mencurigakan sekelompok pria di area tersebut pada malam hari. Langkah tegas ini diambil setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah orang memasuki kawasan hutan kota saat dini hari, yang memicu dugaan adanya penyalahgunaan fasilitas publik untuk tindakan asusila. Camat Makasar, Dimas Prayudi, mengonfirmasi bahwa penutupan dilakukan secara permanen di dua titik akses utama dengan cara pengecoran. Selain penutupan fisik, pihak berwenang juga melakukan pengecekan di dalam area hutan dan menemukan sejumlah alat kontrasepsi yang memperkuat dugaan adanya aktivitas yang tidak semestinya di lokasi tersebut. Guna mencegah kejadian serupa terulang, pemerintah setempat tidak hanya membatasi akses, tetapi juga akan menambah intensitas penerangan dengan memasang lampu tembak di area yang dianggap rawan. Langkah ini dibarengi dengan patroli gabungan yang melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan TNI untuk memastikan ketertiban di kawasan tersebut, terutama di atas jam satu malam. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi Hutan Kota Cawang sebagai ruang terbuka hijau yang positif dan aman bagi masyarakat luas. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna menjamin fasilitas umum tidak lagi digunakan untuk kegiatan yang melanggar norma dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Kamu harus terdaftar atau login untuk berkomentar Masuk?
redaktur